Senin, 17 Maret 2014

MENJALANKAN DINAS JAGA DI KAPAL (Part 2 selesai)

Kapal Berlabuh Jangkar

Jika diperlukan nakhoda menetapkan untuk dilaksanakan jaga navigasi secara  terus-menerus, bukan jaga pelabuhan:
  • Segera setelah selesai berlabuh tentukan posisi kapal pada peta yang sesuai.
  • Perwira jaga memeriksa posisi kapal secara berkalaApakah tidak berubah atau hanyut
  • Jika kapal hanyut lakukan langkah - langkah yang perlu dan lapor nakhoda secepatnya
  • Memeriksa seluruh kapal (roda keliling)
  • Memeriksa cuaca dan arus serta pasang surut dan mengamati keadaan laut.
  • Tanda - tanda siang hari dan malam hari
  • Memastikan bahwa kesiapan mesin induk dan mesin – mesin  lain padkeadaan yang sesuai dengan pesan nakhoda
  • Bila jarak tampak berkurang, beritahu nakhoda.
  • Pastikan bahwa lampu - lampu tanda berlabuh jangkar atau tanda – tanda siang hari terpasang dengan benar.
  • Melakukan langkah pencegahan pencemaran sesuai dengan peraturan yang berlaku


Keadaan Cuaca Berkabut Pengamat harus ditingkatkan dengan cara:

  • Memperhatikan semboyan bunyi dari kapal lain dan memperkirakan ada atau tidaknya bahaya pelayaran.
  • Mengadakan pengamatan terus menerus sampai kemungkinan adanya bahaya pelanggaran berlaku
  • Membunyikan semboyan bunyi bila ada perintah dari perwira jaga.
  • Menyalakan lampu navigasi.

Di daerah Bagan Pemisah Lalu Lintas
  • Menerima petugas tambahan untuk memegangi kemudi tangan secara manual
  • Meningkatkan pengamatan keliling

Di daerah Musim Dingin
  • Perhatikan hujan salju bila sudah menumpuk di dek kapal mengganggu stabilitas kapal
  • Memberitahukan petugas untuk membersihkan dek dari salju
  • Perhatikan gunung dan bongkahan es yang hanyut

Tugas Mendampingi Pandu
  • Pandu harus membawa nota/kartu persetujuan
  • Memberitahukan kepada pandu tentang alat- alat  keselamatan yang diperlukan.
  • Rencana pelayaran, keadaan cuaca, pengaturan menyandarkan kapal, penggunaan kapal tunda dan fasilitas - fasilitas lainnya harus dijelaskan oleh pandu dan dimengerti oleh perwira dan nakhoda.
  • Gerakan kapal dan semua perintah - perintah  pandu harus di pantau dengan baik oleh nakhoda/perwira.
  • Keberadaan pandu tidak mengambil tugas dan tanggung jawab perwira dan nakhoda.
  • Perwira, nakhoda dan pandu harus saling tukar informasi dan bekerja sama. Jika ada keraguan mengenal tindakan pandu, perwira atau nakhoda meminta penjelasan kepada pandu.

Tanggung Jawab perwira jaga pelabuhan sebagai berikut:

    1. Menjaga keamanan kapal : Pencurian, hanyut, kandas, kebakaran dan lainnya.
    2. Menjalankan perintah nakhoda : standing order, tingkat order yang sifatnya umum/khusus.
    3. Menjalankan perintah/ketentuan yang berlaku : pemasangan, mencegah polusi air/udara, memasang bendera/semboyan yg diharuskan serta mengikuti peraturan Bandar.


        Tugas dan Tanggung Jawab Perwira Jaga saat kapal Berlabuh Jangkar.
        • Mengontrol keliling kapal terhadap perahu - perahu, pencuri maupun yang lainnya
        • Memeriksa posisi jangkar setiap saat, apakah jangkar menggaruk.
        • Menyalakan penerangan yang sesuai pada malam hari dan memasang bola jangkar pada siang hari serta memberikan isyarat bunyi dalam tampak terbatas.
        • Membaca draft dan mencatat ship’s condition.

        Tugas dan tanggung jawab perwira jaga saat kapal olah gerak
        Pada waktu olah gerak baik berlabuh jangkar maupun sandar atau berangkat maka tugas perwira jaga dibagi menjadi 3 tempat yaitu di haluan, buritan dan anjungan.
        Menyandarkan didermaga/ikat di buoy: Tiba:
        • Satu orang perwira di haluan, satu di buritan untuk memimpin tugas - tugas ditempat tersebut.
        • Satu jam sebelumnya memberitahu kepada kamar mesin, masinis jaga dan seluruh anak buah kapal.
        • Apabila diperlukan memasang semboyan - semboyan karantina minta pandu, bendera negara yang di kunjungi dan lainnya.
        • Menyiapkan ship’s condition.
        • Mooring winch disiapkan serta tros, tali buangan.
        • Di anjungan semua sarana olah gerak disiapkan dan dicoba.
        Berangkat:
        • Rencana berangkat diumumkan dan satu jam sebelumnya memberitahu kamar mesin, KKM /masinis jaga serta semua ABK.
        • Kapal dibuat layak laut, sekoci dan jendela - jendela /pintu diperiksa dan di ronda apakah ada penumpang gelap.
        • Tiap kepala bagian dek, mesin, radio, catering memeriksa bagiannya dan anak buahnya masing - masing.
        • Usahakan stabilitas kapal positif.
        • Memasang semboyan yang diperlukan
        • Di anjungan dan kamar mesin jam - jam di cocokkan, sarana olah gerak disiapkan dan dicoba, alat - alat navigasi disiapkan termasuk buku - buku navigasi yang diperlukan
        • Jam - jam pelaksanaan test dicatat di dalam buku jurnal

        Tugas dan Tanggung Jawab Perwira Jaga saat kapal Bongkar Muat:
        • Membaca stowage plan muatan yang dibongkar, memperhatikan asas - asas pemuatan
        • Mengontrol bekerjanya peralatan muat bongkar seperti blok, segel, ganco, tall guy, tali muat.
        • Membaca draft dan membuat ship’s condition.
        • Meronda keliling palka sehubungan dengan stowage, pencurian lashing, tali maupun pemasangan alat keselamatan seperti jala - jala dll.

        Menerima/menurunkan Pandu

        • Perkiraan waktu tiba (ETA) harus telah disampaikan kepada nakhoda/stasiun pandu
        • Di sisi sebelah mana pandu akan naik/turun
        • Jam berapa standby  engine untuk Olah gerak
        • Semua peralatan naik/turun pandu sudah di siapkan dan diatur
        • Seorang perwira ditunjuk untuk menjemput / mengantar pandu


        Demikian sedikit tentang tugas dinas jaga semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kita semua.

        Tidak ada komentar:

        Posting Komentar